kemampuan untuk melogiskannya"
Awalnya, aku tak pernah memikirkanmu
Aku melihatmu tanpa ada rasa sedikitpun
Kamu berjalan di depanku seperti biasa
tanpa ada rasa dan keinginan untuk
menahanmu
Aku bertemu denganmu tanpa ada
keinginan untuk terus melihat senyummu
Tapi, tiba-tiba perasaan itu diam-diam
menyergapku dalam asa baru
Perasaan itu datang dengan polosnya
Tanpa ada banyak tanda tanya dan alasan yang
harus dilogiskan
Perasaan itu menyentuh setiap tatapan
mata yang selalu mengarah padamu
Ingat sebuah pepatah yang mengatakan,
"Witing tresno jalaran soko kulino"
tanpa ada rasa dan keinginan untuk
menahanmu
Aku bertemu denganmu tanpa ada
keinginan untuk terus melihat senyummu
Tapi, tiba-tiba perasaan itu diam-diam
menyergapku dalam asa baru
Perasaan itu datang dengan polosnya
Tanpa ada banyak tanda tanya dan alasan yang
harus dilogiskan
Perasaan itu menyentuh setiap tatapan
mata yang selalu mengarah padamu
Ingat sebuah pepatah yang mengatakan,
"Witing tresno jalaran soko kulino"
Datangnya cinta karena terbiasa
Karena kamu terbiasa berjalan di depanku
karena aku terbiasa melihat senyummu
Karena aku terbiasa membaca rangkaian singkat pada pesanmu
Diam-diam cinta itu merasuk masuk dengan indahnya
Berdesak-desakan dengan perasaan malu
saat kau melewati tubuhku yang
mematung karenamu
Berdesak-desakan dengan perasaan malu
saat kau melewati tubuhku yang
mematung karenamu
Lalu bayangmu diam-diam bersembunyi
diotakku
tanpa pernah kutahu bahwa semua
bayangmu sedang bersiap-siap untuk
mengagetkanku suatu saat
Bukankah setiap pertemuan selalu
menghasilkan rasa
Entah rasa ingin segera berpisah atau
rasa untuk membiarkanmu tetap ada
dalam duniaku
pengharapanku
Yang aku tahu
ini CINTA
Walaupun otakku diluar kemampuan
untuk melogiskannya
with love, puuha putrii :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar