selamat datang dibloggerku, semoga harimu menyenangkan. selamat membaca dan jangan lupa kembali yaa. terima kasih :)

Rabu, 21 November 2012

Serumit itukah??

Jika berbicara tentang cinta pasti tak akan pernah ada habisnya.
C-I-N-T-A,
Satu kata yg terdiri dari 5 huruf sederhana
namun bisa menimbulkan efek yg sangat luar biasa.

Bagaimana tidak?
Tak ada satupun orang yang dapat
benar-benar mengerti apa arti cinta itu sebenarnya.
Tak banyak orang dapat mendiskripsikan kehadirannya, bahkan kepergiannya.

Satu kata yang sama sekali tak mampu diterjemahkan oleh google maupun wikipedia.
Cinta seringkali dikaitkan dgn pembawa kebahagiaan,
namun tak jarang juga membawa kesedihan.
Hebat memang!
Dia mahir dalam mempermainkan perasaan seseorang,
yang tak jarang menimbulkan kekecewaan yang begitu mendalam.

Haruskah kita menyalahkan cinta?
Ataukah memang kita yang tak benar-benar pandai
untuk mengerti bagaimana cara bermain dng cinta?
Seringkali kita dibuat rela menunggu dg setia meski tau itu sia-sia,
rela melakukan hal konyol yg tak masuk dilogika meski tau itu tak berguna,
rela mempermalukan diri sendiri meski tau itu tidaklah berarti.

Konyol bukan?
Sebegitu hebatnya cinta, sehingga mampu membuat kita terhipnotis olehnya.
Tak heran jika manusia tak lagi memakai akal sehatnya,
ketika ia sedang terbelenggu oleh manisnya cinta.
Semua akan terlihat indah dan luar biasa.

Apapun akan dilakukan walau hal tergila sekalipun.
Entah, seperti ada virus mematikan yg menggerogoti, 
sehingga mampu melumpuhkan kinerja syaraf-syaraf logika.
Sehingga rela melakukan semua yg seringkali membuat kita bergeleng kepala.

Otak kiripun seakan sudah berhenti bekerja,
seperti sudah ada sistem yang berhasil memformat segala yang masuk dalam logika,
Walau sakit namun tetap akan dijalani demi dia yg dicinta.

Tidakkah itu suatu kenyataan yang semakin membabi buta,
kenyataan yang semakin menggila.
Aku, kalian, semua orang, pasti tak menyangkal adanya.

Ada yang bilang bahwa cinta akan terasa lebih indah ketika kita menunggu.
Namun ada juga yang mengatakan bahwa hanya orang bodoh saja yang mau berteman dengan ketidakpastian, menunggu sesuatu yang belum tentu kita dapatkan.

Tentu semua itu tidak ada yang salah, karena cinta butuh komitmen.
Tetap menunggu atau mencari yang baru.
Terserah kita kan?

Nyatanya masih banyak orang pintar yang mau berteman dengan kesepian,
memeluk erat bayang-bayang hanya dalam angan.
Jadi, menurutku menunggu itu bukanlah hal bodoh,
melainkan suatu sikap bijaksana yang memiliki komitmen dalam memutuskan suatu tindakan.

Tentu boleh saja kita menunggu.
Karena dalam presepsiku,
menunggu dapat membuat orang lebih menjaga apa yang ia peroleh ketika ia berhasil mendapatkannya.
Menunggu dapat melatih kesabaran dan sikap pantang menyerah dalam mencapai apa yang kita mau.
Menunggu dapat meyakinkan kita benar-benar pantas atau tidak orang itu untuk ditunggu dengan seiring berjalannya waktu.
Dan dengan menunggu, kita juga dapat melihat seberapa dalam kita menyayangi seseorang yang kita tunggu.

Karena cinta itu. . .
Bagaimana kita ikhlas meski terkadang harus terhempas.
Bagaimana kita menerima tanpa memandang sisi lebihnya.
Bagaimana menjaga perasaannya meski tak jarang membuat luka.
Bagaimana tetap berusaha walau terkadang harus dicela.

Hidup yang sebenarnya, 
bukan bagaimana kita menyerah dan pasrah.
Tapi, bagaimana kita tergoyah untuk bangkit dan tak pantang menyerah.

Memang benar jika cinta tak harus memiliki.
Tapi haruskah kalian hanya pasrah dan berhenti?
Hanya orang lemah saja yang berhenti sampai disitu,
tanpa mau memperjuangkannya terlebih dahulu.

Jangan mau terbelit, pada keadaan yang membuatmu tercekik.
Justru itulah awal dari sebuah tantangan yang harus diperjuangkan.
Jangan hanya pasrah dan diam.
Itu bodoh namanya!

Tuhan tidak akan serta merta dalam memberikan apa yang kita inginkan, tanpa adanya perjuangan.
Perlu kalian tahu, 
jika Tuhan tidak akan tinggal diam 
melihat mereka yang tak bosan berjuang.
Berjuang demi kebahagiaan.

Selamat berjuang! :)

with love, puuhaputri :)

Selasa, 20 November 2012

AKU :)


Aku terlalu sibuk,
sibuk mencari-cari cara untuk membuatku tak lagi memikirkanmu

Aku terlalu lelah,
lelah berangan tentang suatu ambisi yang tak juga terjadi

Aku terlalu rapuh,
Rapuh berdiri sendiri ketika terjatuh lagi dan lagi

Aku terlampau bosan,
bosan dengan kepedihan yang tak berujung pada kebahagiaan

Aku terlalu berharap,
berharap sesuatu yang kunjung menjadi milikku

Dan aku terlalu yakin,
yakin menunggu meski tak tau apakah dia untukku.

Namun itulah aku,
aku yang terjebak dalam waktu dan situasi yang selalu mempermainkan peristiwa dan takdir.


with love, puuhaputrii :)

Mengganggu

perasaan itu soal rasa
tidak bisa diatur, dipilih maupun dipaksa
sesibuk apapun aku
selalu ada saja namamu
yang selalu menghantuiku

bahkan tak ada sedetik waktu
yang ku lewatkan tanpa memikirkanmu
apalagi merindukanmu, tentu tak pernah absen
dari kegiatan sehari-hariku
senyummu
sorot matamu
suaramu
gerak-gerikmu
tak jarang datang dan mengusik mimpiku
kau sangat mengganggu
baik dihati maupun pikiranku
tak bisakah kau berhenti membuatku
agar tak terus memikirkanmu ?

kelas bahasa indonesia,     12112012