Aku sadar..
Bahwa terlalu merindukan kehadiranmu adalah suatu kesalahan bagiku..
Aku sadar..
Bahwa Terlalu mencintaimu adalah suatu kesalahan besar bagiku..
Aku sadar..
Bahwa Terlalu menginginkanmu adalah suatu kesalahan yang fatal bagiku..
Dan Kini aku Sadar..
Bahwa Terlalu berharap padamu adalah suatu kesalahan yang besar bagiku..
Untuk mu Sekarang...
Jika engkau mencintai seseorang..
Maka Cintailah sekedarnya saja
jika engkau merindukan seseorang..
Maka Rindukanlah sekedarnya saja..
Janganlah Terlalu berharap
Janganlah terlalu menginginkan..
karena :
Jika Suatu saat Nanti engkau kehilangannya..
Engkau tidak akan terlalu berat untuk melepaskannya..
Cintailah seseorang dengan kesedrhanaan
Rindukanlah seseorang dengan kesederhanaan
Jika suatu saat nanti kehilangan..
"maka lepaskanlah dengan penuh keikhlasan..."
inilah satu-satunya caraku untuk mengungkapkan sesuatu yang mungkin, tidak sanggup untuk aku katakan :)
Sabtu, 14 Desember 2013
TITIP SATU CINTAKU ,YA ALLAH..
Semoga cinta ini adalah cinta misi,bukan cinta nafsu.. Sehingga bisa membuatku lebih ikhlas dan bersabar dlm setiap prosesnya,dlm setiap penantiannya..
Ya Allah, Maha Pemilik Cinta..
Aku titipkan satu cinta itu padamu,jangan kau hadirkan dulu saat ini,jadikanlah itu sangat indah suatu saat nanti.. ketika waktunya telah tiba.. Waktu yang paling tepat dengan seseorang yang tepat,yang telah Kau persiapkan sejak dulu..
Titip satu cinta itu ya Allah..
Cinta yang akan membuatku semakin dekat dengan_Mu, cinta yang membuat Ia pun semakin dekat dengan_Mu.. Cinta yang membuat kami semakin mensyukuri betapa Luas nikmat dan karunia_Mu, dan membuat kami saling membimbing untuk mencapai ke-Ridho’an_Mu..
Titip satu cintaku Ya Mushawwir,,
Cinta yang bisa menghasilkan sebuah keluarga yang sakinah, cinta yang bisa menciptakan sebuah rumah yang hangat yang akan menjadi tempat bangkitnya peradaban agama_Mu..
Titip satu cinta itu Ya Malik..
Cinta yang darinya aku lahirkan para mujahid dan mujahidah yang tangguh.. yang senantiasa siap membela agama_Mu di garda terdepan.. Ksatria yang tidak pernah takut malawan musuh2Mu dan musuh2 Rasul_Mu..
Titip satu cinta itu ya Rabb..
Jagalah kami, bimbing langkah kami,, sehingga kami bisa sama2 terjaga dan akhirnya sama2 mendapatkan yg terjaga pula..
Titip satu cinta itu Ya Rahman..
Cinta yang dengannya aku bisa banyak belajar dan ia pun bisa banyak belajar, sehingga kami bisa saling mengisi dan semakin berkembang karena cinta itu..
Titip satu cinta itu Ya Waliyy,,
Bimbing langkahnya, mudahkan urusannya, luaskan rizkinya dan jaga dia untuk tetap berada di jalan_Mu, mudahkanlah jalannya dalam menemukan aku disini..
Titip cinta itu Ya Karim,,
Jadikan hidupnya senantiasa bermanfaat, dan jangan lengahkan ia dgn fananya kehidupan dunia.. Semoga saat ini pun ia sedang berjuang di sana,senantiasaberjuang untuk menggapai Syurga_Mu.. Jadikan ia orang yang bersungguh-sungguh untuk kehidupan dunia dan lebih bersungguh-sungguh untuk kehidupan akhiratnya..
Titip satu cinta itu Ya Ghaffaar,,
Jadikan ia orang yang selalu mempelajari agama_Mu, orang yang selalu menyeru kepada agama_Mu.. jadikan ia Murrobi yang terbaik untukku dan anak2ku kelak, jadikan ia murobbi terbaik untuk keluarga dan masyarakat..
Titip cinta itu Ya Hafizh,,
Jaga aku dan jaga ia sampai waktu yang Kau tetapkan tiba, dan jadikanlah kami hamba2Mu yang senantiasa bersabar dan bersyukur..
Ya Allah, Maha Pemilik Cinta..
Aku titipkan satu cinta itu padamu,jangan kau hadirkan dulu saat ini,jadikanlah itu sangat indah suatu saat nanti.. ketika waktunya telah tiba.. Waktu yang paling tepat dengan seseorang yang tepat,yang telah Kau persiapkan sejak dulu..
Titip satu cinta itu ya Allah..
Cinta yang akan membuatku semakin dekat dengan_Mu, cinta yang membuat Ia pun semakin dekat dengan_Mu.. Cinta yang membuat kami semakin mensyukuri betapa Luas nikmat dan karunia_Mu, dan membuat kami saling membimbing untuk mencapai ke-Ridho’an_Mu..
Titip satu cintaku Ya Mushawwir,,
Cinta yang bisa menghasilkan sebuah keluarga yang sakinah, cinta yang bisa menciptakan sebuah rumah yang hangat yang akan menjadi tempat bangkitnya peradaban agama_Mu..
Titip satu cinta itu Ya Malik..
Cinta yang darinya aku lahirkan para mujahid dan mujahidah yang tangguh.. yang senantiasa siap membela agama_Mu di garda terdepan.. Ksatria yang tidak pernah takut malawan musuh2Mu dan musuh2 Rasul_Mu..
Titip satu cinta itu ya Rabb..
Jagalah kami, bimbing langkah kami,, sehingga kami bisa sama2 terjaga dan akhirnya sama2 mendapatkan yg terjaga pula..
Titip satu cinta itu Ya Rahman..
Cinta yang dengannya aku bisa banyak belajar dan ia pun bisa banyak belajar, sehingga kami bisa saling mengisi dan semakin berkembang karena cinta itu..
Titip satu cinta itu Ya Waliyy,,
Bimbing langkahnya, mudahkan urusannya, luaskan rizkinya dan jaga dia untuk tetap berada di jalan_Mu, mudahkanlah jalannya dalam menemukan aku disini..
Titip cinta itu Ya Karim,,
Jadikan hidupnya senantiasa bermanfaat, dan jangan lengahkan ia dgn fananya kehidupan dunia.. Semoga saat ini pun ia sedang berjuang di sana,senantiasaberjuang untuk menggapai Syurga_Mu.. Jadikan ia orang yang bersungguh-sungguh untuk kehidupan dunia dan lebih bersungguh-sungguh untuk kehidupan akhiratnya..
Titip satu cinta itu Ya Ghaffaar,,
Jadikan ia orang yang selalu mempelajari agama_Mu, orang yang selalu menyeru kepada agama_Mu.. jadikan ia Murrobi yang terbaik untukku dan anak2ku kelak, jadikan ia murobbi terbaik untuk keluarga dan masyarakat..
Titip cinta itu Ya Hafizh,,
Jaga aku dan jaga ia sampai waktu yang Kau tetapkan tiba, dan jadikanlah kami hamba2Mu yang senantiasa bersabar dan bersyukur..
CARAKU MENJAGA CINTAKU
Dengan tak menghubungimu,
tak juga mengirim pesan untuk menanyakan kabarmu.
Mungkin ini tak biasa,
Tapi bagiku,
Inilah cara terbaik mencintaimu.
Aku mencintaimu dengan menjauh darimu,
Bukan karena aku membencimu,
Justru karena aku sangat mencintaimu,
Dan aku ingin menjagaku juga menjagamu,
Menjaga tulusnya hatimu, juga menjaga kesucian hatiku.
Inilah caraku mencintaimu,
Dalam diamku,
Dalam ketulusanku,
dalam kesucianku,
dalam cara tak biasaku,
Meski sulit,
Meski berat,
Meski sakit untukku,
namun ku tahu ini pilihan terbaik agar kita tak terlalu saling mengharap.
Karena berharap hanya pantas pada Sang Pemberi Nafas,
Karena berharap hanya pantas digantungkan pada Sang Pengatur Detak Jantung,
PadaNya kuharap Dia khan menjagamu untukku,
PadaNya kutitipkan hatimu,
Biarlah ku hanya bisa menyapamu lewat senandung do'a,
Agar Untukmulah segala kebaikan,
Agar bersamamulah segala keindahan.
tak juga mengirim pesan untuk menanyakan kabarmu.
Mungkin ini tak biasa,
Tapi bagiku,
Inilah cara terbaik mencintaimu.
Aku mencintaimu dengan menjauh darimu,
Bukan karena aku membencimu,
Justru karena aku sangat mencintaimu,
Dan aku ingin menjagaku juga menjagamu,
Menjaga tulusnya hatimu, juga menjaga kesucian hatiku.
Inilah caraku mencintaimu,
Dalam diamku,
Dalam ketulusanku,
dalam kesucianku,
dalam cara tak biasaku,
Meski sulit,
Meski berat,
Meski sakit untukku,
namun ku tahu ini pilihan terbaik agar kita tak terlalu saling mengharap.
Karena berharap hanya pantas pada Sang Pemberi Nafas,
Karena berharap hanya pantas digantungkan pada Sang Pengatur Detak Jantung,
PadaNya kuharap Dia khan menjagamu untukku,
PadaNya kutitipkan hatimu,
Biarlah ku hanya bisa menyapamu lewat senandung do'a,
Agar Untukmulah segala kebaikan,
Agar bersamamulah segala keindahan.
Rabu, 10 April 2013
23 februari
Aku rasa aku tak perlu lagi menanyakan kabarmu, karena senyummu kala itu sudah menjawab segalanya. Nampaknya kamu sehat-sehat saja.
Sinar matamu yang begitu terang cukup membuatku tenang.
Tak berkurang sedikitpun kegilaanku, ternyata aku semakin mencintaimu.. dalam keadaan sadar maupun tidak sadar.
Sudah lama aku menunggu saat-saat seperti ini, saat dimana aku bisa menatapmu meskipun harus berjibaku melawan sejuta rasa deg-deg-an ku.
Aku memimpikan saat-saat bisa menyelami banyak hal yang ada dibola matamu.
Ya, malam itu aku merasakannya.
Tapi... Untuk dapat bertemu, duduk berdua malam itu bukanlah hal mudah.
Memang butuh perjuangan, untuk mendapatkan kebahagiaan terkadang kita harus merasakat sakit dahulu.
Mungkin kamu tidak mengerti kata-kataku yang terlampau berbelit-belit ini.
Asal kamu tahu, butuh banyak keberanian yang harus aku kumpulkan untuk membuatmu duduk disini, bersamaku.
Tapi.. yang jelas hal itu mampu membuatku jatuh.
Entah mengapa aku begitu saja percaya dengan mudahnya hanya dengan melihat berita yang bersumber dari jejaring sosial semata.
Ya! mungkin karena aku terlalu sensitif jika mendengar hal apapun yang menyangkut dirimu.
Mungkin ketika membaca ini kau juga bertanya-tanya, perihal berita apa yang ku maksudkan itu sampai membuatku menulis seperti ini.
Sinar matamu yang begitu terang cukup membuatku tenang.
Tak berkurang sedikitpun kegilaanku, ternyata aku semakin mencintaimu.. dalam keadaan sadar maupun tidak sadar.
Sudah lama aku menunggu saat-saat seperti ini, saat dimana aku bisa menatapmu meskipun harus berjibaku melawan sejuta rasa deg-deg-an ku.
Aku memimpikan saat-saat bisa menyelami banyak hal yang ada dibola matamu.
Ya, malam itu aku merasakannya.
Tapi... Untuk dapat bertemu, duduk berdua malam itu bukanlah hal mudah.
Memang butuh perjuangan, untuk mendapatkan kebahagiaan terkadang kita harus merasakat sakit dahulu.
Mungkin kamu tidak mengerti kata-kataku yang terlampau berbelit-belit ini.
Asal kamu tahu, butuh banyak keberanian yang harus aku kumpulkan untuk membuatmu duduk disini, bersamaku.
Aku
hanya ingin sedikit bertanya padamu..
Bagaimana rasanya ketika kau telah berusaha, bersusah payah untuk merencanakan satu kejutan ulangtahun untuk orang yang sangat kau sayangi tapi harus gagal hanya karena satu hal kecil tapi menimbulkan efek sakit dan kecewa yang sangat luar biasa, yang parahnya terjadi pada hari dimana beberapa saat lagi kejutan itu akan dilaksanakan..
Aku tahu ini bukan salahmu.
Mungkin ini salahku karena terlalu berlebihan menanggapi semua itu.
Selasa, 8 januari.
Pagi itu.. Aku bangun dengan semangat yang menggebu-gebu, karena tahu sebentar lagi rencana kejutan untukmu yang sudah aku rangkai sejak berbulan-bulan yang lalu akan dilaksanakan.
Tapi.. Aku tidak pernah tahu jika ternyata Tuhan berkehendak lain.
Hal yang selama ini aku takutkan benar terjadi.
Satu hal yang akhirnya membuatku mengurungkan niat untuk menjalankan rencanaku itu.
Salah seorang teman kelasku memperlihatkanku akan suatu hal mengenai dirimu.
Sebuah berita simpang siur atau hanya praduga yang belum tentu
kebenarannya.Bagaimana rasanya ketika kau telah berusaha, bersusah payah untuk merencanakan satu kejutan ulangtahun untuk orang yang sangat kau sayangi tapi harus gagal hanya karena satu hal kecil tapi menimbulkan efek sakit dan kecewa yang sangat luar biasa, yang parahnya terjadi pada hari dimana beberapa saat lagi kejutan itu akan dilaksanakan..
Aku tahu ini bukan salahmu.
Mungkin ini salahku karena terlalu berlebihan menanggapi semua itu.
Selasa, 8 januari.
Pagi itu.. Aku bangun dengan semangat yang menggebu-gebu, karena tahu sebentar lagi rencana kejutan untukmu yang sudah aku rangkai sejak berbulan-bulan yang lalu akan dilaksanakan.
Tapi.. Aku tidak pernah tahu jika ternyata Tuhan berkehendak lain.
Hal yang selama ini aku takutkan benar terjadi.
Satu hal yang akhirnya membuatku mengurungkan niat untuk menjalankan rencanaku itu.
Salah seorang teman kelasku memperlihatkanku akan suatu hal mengenai dirimu.
Sebuah berita simpang siur atau hanya praduga yang belum tentu
Tapi.. yang jelas hal itu mampu membuatku jatuh.
Entah mengapa aku begitu saja percaya dengan mudahnya hanya dengan melihat berita yang bersumber dari jejaring sosial semata.
Ya! mungkin karena aku terlalu sensitif jika mendengar hal apapun yang menyangkut dirimu.
Mungkin ketika membaca ini kau juga bertanya-tanya, perihal berita apa yang ku maksudkan itu sampai membuatku menulis seperti ini.
Aku hanya berdiam, aku
mencoba untuk terlihat baik-baik saja..
Aku berusaha sebaik mungkin untuk menyembunyikan kesakitanku.
Tapi, teman baikku mengetahui ketidak baik-baikanku.
Mereka bertanya padaku apakah aku baik-baik saja, dengan sedikit senyum memaksa aku menjawab bahwa aku baik-baik saja.
Namun, sepertinya usahaku sia-sia karena mereka tidak percaya.
Salah satu dari mereka menegurku, "hey, apa tidak sebaiknya kau jangan mudah percaya begitu saja atas apa yang ada dijejaring sosial, terkadang itu tidak seperti apa yang kau pikirkan."
Aku tersenyum..dan membalas perkataannya "sudahlah, aku sudah melupakan hal itu."
Dengan sigapnya dia menyela perkataanku "oke baiklah, kalau hal itu tidak jadi masalah, berarti rencana untuk surprise itu akan tetap dilaksanakan bukan?" ujarnya begitu bersemangat, yang kubalas hanya dengan senyuman karena memang tak lagi bersemangat membahas hal itu.
Aku berusaha sebaik mungkin untuk menyembunyikan kesakitanku.
Tapi, teman baikku mengetahui ketidak baik-baikanku.
Mereka bertanya padaku apakah aku baik-baik saja, dengan sedikit senyum memaksa aku menjawab bahwa aku baik-baik saja.
Namun, sepertinya usahaku sia-sia karena mereka tidak percaya.
Salah satu dari mereka menegurku, "hey, apa tidak sebaiknya kau jangan mudah percaya begitu saja atas apa yang ada dijejaring sosial, terkadang itu tidak seperti apa yang kau pikirkan."
Aku tersenyum..dan membalas perkataannya "sudahlah, aku sudah melupakan hal itu."
Dengan sigapnya dia menyela perkataanku "oke baiklah, kalau hal itu tidak jadi masalah, berarti rencana untuk surprise itu akan tetap dilaksanakan bukan?" ujarnya begitu bersemangat, yang kubalas hanya dengan senyuman karena memang tak lagi bersemangat membahas hal itu.
Hari itu aku benar-benar kacau,
sepanjang berlalunya jam pelajaran aku hanya terdiam.
Dalam hati dan pikiranku seperti terjadi peperangan antara meyakinkan diri atau menyerah.
Hal itu selalu membayangiku seperti mimpi buruk disiang bolong.
Aku ingin melampiaskan kekecewaanku, ingin rasanya kuhancurkan apapun yang ada didepanku, ingin kuhancurkan pula kado yang akan kuberikan padamu, aku tak ingin lagi melihatnya.
Tapi.. apa daya, kado itu tak ada padaku, ditanganku, dihadapanku.
Aku berteriak, menangis dalam hati.. Mengapa kau bisa sejahat ini padaku.
Aku sudah tidak bisa menahan lebih lama lagi, aku kehabisan cara untuk tetap terlihat baik-baik saja.
Aku hanya ingin segera meninggalkan kelas, dan pulang kerumah secepatnya.
Dalam hati dan pikiranku seperti terjadi peperangan antara meyakinkan diri atau menyerah.
Hal itu selalu membayangiku seperti mimpi buruk disiang bolong.
Aku ingin melampiaskan kekecewaanku, ingin rasanya kuhancurkan apapun yang ada didepanku, ingin kuhancurkan pula kado yang akan kuberikan padamu, aku tak ingin lagi melihatnya.
Tapi.. apa daya, kado itu tak ada padaku, ditanganku, dihadapanku.
Aku berteriak, menangis dalam hati.. Mengapa kau bisa sejahat ini padaku.
Aku sudah tidak bisa menahan lebih lama lagi, aku kehabisan cara untuk tetap terlihat baik-baik saja.
Aku hanya ingin segera meninggalkan kelas, dan pulang kerumah secepatnya.
---
Sesampainya dirumah, kuhempaskan pintu
kamar dan menguncinya rapat.
Aku membungkam wajahku dengan bantal dan menangis sejadi-jadinya.
Tak ada yang bisa menenangkanku kala itu, berjam-jam aku bergulat dengan bantal.
Mengurung diri didalam kamar..
Sampai akhirnya aku sadar.. bahwa mungkin hanya Tuhanlah yang memiliki solusi serta jawaban atas segala cerita yang telah ia buat ini. Aku menengadahkan tangan, berdo'a kepada Tuhan. Menyampaikan segala rasa, dan lewat do'aku aku bertanya, "kenapa engkau menciptakan rasa sakit yang seperti ini? Tuhan.. Jika jalanku salah, kenapa kau tak menyuruhku untuk berhenti. Mengapa engkau membiarkan aku mengaguminya sampai sedalam ini lalu menjatuhkan aku begitu saja seperti ini. Tuhan.. aku mohon, jangan biarkan aku seperti ini. Tolong.. Peliharalah hatiku, setidaknya hapuskanlah sedikit rasa sakit dihatiku. Dan ketika aku bangun esok hari nanti, jangan biarkan aku terlihat muram, kembalikanlah senyum serta keceriaanku. Terimakasih Tuhan.."
Rupanya Tuhan mendengarku.
Esok hari, ketika aku bangun rasanya ajaib.
Rasa sesak dan sakit dihatiku sedikit memudar.
Aku kembali tersenyum.. dan saat itu aku ingin semua orang tahu, bahwa aku bukanlah orang yang mudah menyerah begitu saja pada keadaan.
Melihat aku yang begitu ceria, teman sekelas sekaligus sahabat baikku bertanya "ayo, kapan kadomu kau berikan? Aku akan mengantarmu jika kau perlu teman." aku menjawab "forget it. Aku tidak akan memberikan itu padanya. Biarkan saja kado itu dirumahmu, simpan saja untukmu." Lalu dia kembali menyambar perkataanku "apaaa??untukku? Buat apa aku menyimpannya! Apa kau gila." balasnya kesal, dengan pasrah aku menjawab "aku tidak ingin melihat kado itu lagi, terserah mau kau apakan saja. Kalau kau tidak mau menyimpannya, yasudah buang saja". "dibuang? Hanya berhenti sampai situ saja perjuangmu selama ini? Harus hancur karena masalah twitter yg tidak jelas kebenarannya itu? Payah kau!." balasnya dengan penuh kekesalan. "bukannya begitu, tapi mungkin saja tuhan punya rencana lain yang kita sendiri gak tau apa." sahutku untuk sedikit menenangkannya.
Karena tak puas dengan jawabanku itu, dia masih saja mengomel, membujukku tapi aku tetap tak menghiraukannya.
Aku membungkam wajahku dengan bantal dan menangis sejadi-jadinya.
Tak ada yang bisa menenangkanku kala itu, berjam-jam aku bergulat dengan bantal.
Mengurung diri didalam kamar..
Sampai akhirnya aku sadar.. bahwa mungkin hanya Tuhanlah yang memiliki solusi serta jawaban atas segala cerita yang telah ia buat ini. Aku menengadahkan tangan, berdo'a kepada Tuhan. Menyampaikan segala rasa, dan lewat do'aku aku bertanya, "kenapa engkau menciptakan rasa sakit yang seperti ini? Tuhan.. Jika jalanku salah, kenapa kau tak menyuruhku untuk berhenti. Mengapa engkau membiarkan aku mengaguminya sampai sedalam ini lalu menjatuhkan aku begitu saja seperti ini. Tuhan.. aku mohon, jangan biarkan aku seperti ini. Tolong.. Peliharalah hatiku, setidaknya hapuskanlah sedikit rasa sakit dihatiku. Dan ketika aku bangun esok hari nanti, jangan biarkan aku terlihat muram, kembalikanlah senyum serta keceriaanku. Terimakasih Tuhan.."
Rupanya Tuhan mendengarku.
Esok hari, ketika aku bangun rasanya ajaib.
Rasa sesak dan sakit dihatiku sedikit memudar.
Aku kembali tersenyum.. dan saat itu aku ingin semua orang tahu, bahwa aku bukanlah orang yang mudah menyerah begitu saja pada keadaan.
Melihat aku yang begitu ceria, teman sekelas sekaligus sahabat baikku bertanya "ayo, kapan kadomu kau berikan? Aku akan mengantarmu jika kau perlu teman." aku menjawab "forget it. Aku tidak akan memberikan itu padanya. Biarkan saja kado itu dirumahmu, simpan saja untukmu." Lalu dia kembali menyambar perkataanku "apaaa??untukku? Buat apa aku menyimpannya! Apa kau gila." balasnya kesal, dengan pasrah aku menjawab "aku tidak ingin melihat kado itu lagi, terserah mau kau apakan saja. Kalau kau tidak mau menyimpannya, yasudah buang saja". "dibuang? Hanya berhenti sampai situ saja perjuangmu selama ini? Harus hancur karena masalah twitter yg tidak jelas kebenarannya itu? Payah kau!." balasnya dengan penuh kekesalan. "bukannya begitu, tapi mungkin saja tuhan punya rencana lain yang kita sendiri gak tau apa." sahutku untuk sedikit menenangkannya.
Karena tak puas dengan jawabanku itu, dia masih saja mengomel, membujukku tapi aku tetap tak menghiraukannya.
Sampai
akhirnya dia berkata padaku, jikalau memang aku tidak mau memberikan kado
itu padamu, dia yang akan berangkat untuk memberikannya padamu.
Aku pun mengabaikan perkataannya karena aku mengira itu hanya desakan semata yang tidak akan mampu mengubah pendirianku.
Satu bulan kemudian~
Sahabat baikku yang usil itu membuktikan perkataannya.
Ternyata mereka diam-diam merencanakan hal itu dibelakangku.
Pantas saja kenapa dia selalu tersenyum-senyum sendiri ketika menatap layar handphonenya sambil melihatku. Entah sejak kapan dia diam-diam mengirim BBM padamu, membuat janji untuk bertemu.
Aku tak habis pikir sebenarnya apa maksud mereka sehingga melakukan hal segila itu.
Aku pun mengabaikan perkataannya karena aku mengira itu hanya desakan semata yang tidak akan mampu mengubah pendirianku.
Satu bulan kemudian~
Sahabat baikku yang usil itu membuktikan perkataannya.
Ternyata mereka diam-diam merencanakan hal itu dibelakangku.
Pantas saja kenapa dia selalu tersenyum-senyum sendiri ketika menatap layar handphonenya sambil melihatku. Entah sejak kapan dia diam-diam mengirim BBM padamu, membuat janji untuk bertemu.
Aku tak habis pikir sebenarnya apa maksud mereka sehingga melakukan hal segila itu.
Bahkan aku tidak akan benar-benar tahu jika kau tak
menanyakan hal
Hanya bisa termenung kebingungan, ketika aku membaca pesan singkat darimu kala itu.
Aku mencoba mencari-cari alasan untuk menjawab pertanyaanmu itu.
Tapi sialnya aku bukan orang yang pandai bersandiwara, dengan mudahnya kau berhasil mengetahui apa yang sebenarnya.
Ya..dari sinilah semua hal indah itu baru akan dimulai.
Kau berjanji padaku jika kau akan menemuiku, untuk mengambil semua kado itu.
Secara tidak langsung, kau ingin aku mengambil kado yang aku titipkan dirumah temanku karena kau ingin aku sendiri yang memberikannya untukmu, bukan orang lain.
Entah aku harus senang atau bagaimana, ah! Aku tidak tahu apa yang sebenarnya aku rasakan.
Hanya bisa termenung kebingungan, ketika aku membaca pesan singkat darimu kala itu.
Aku mencoba mencari-cari alasan untuk menjawab pertanyaanmu itu.
Tapi sialnya aku bukan orang yang pandai bersandiwara, dengan mudahnya kau berhasil mengetahui apa yang sebenarnya.
Ya..dari sinilah semua hal indah itu baru akan dimulai.
Kau berjanji padaku jika kau akan menemuiku, untuk mengambil semua kado itu.
Secara tidak langsung, kau ingin aku mengambil kado yang aku titipkan dirumah temanku karena kau ingin aku sendiri yang memberikannya untukmu, bukan orang lain.
Entah aku harus senang atau bagaimana, ah! Aku tidak tahu apa yang sebenarnya aku rasakan.
23 februari.. Sabtu malam mingguku yang sangat istimewa.
Dingin malam itu tak mampu menghalangi keinginan kita untuk bertemu.
Kita sepakat untuk bertemu di gang dekat rumahku yang selalu menjadi tempat favoritku.
Karena disitu banyak sekali hal indah yang aku lewatkan bersamamu.
Kalau boleh sedikit mengingatkan.. Disitu, di gang itu, tempat dimana kau berhenti ketika pertama kali kau mengantarkanku pulang.
Disitulah awal mula kau membagikan sedikit kebahagiaan yang kauciptakan untukku.
Kau mulai menjadi bagian dari kenangan indah dalam hidupku.
Yang tak jarang membuatku tersenyum ketika mengingat semua itu.
Serasa terbang tinggi menembus langit malam.
Aku bertanya-tanya bagaimana bisa tempat sesederhana ini bisa menyimpan begitu banyak kenangan yang sangat istimewa, denganmu, hanya denganmu. iya, Berdua saja.
Aku berjalan menyusuri gelapnya malam, tanpa ada keraguan..
Aku menenteng kado itu dengan penuh semangat, tanpa peduli menjadi pusat perhatian orang-orang yang lalu lalang.
Pangeran misteriusku ternyata sudah datang.. terlihat kamu dengan kemeja rapimu, tampak sangat tampan dan menawan.
Aku melihat kamu disitu, beberapa meter dihadapanku.
Kau nampak payah karena mungkin bosan terlalu lama menungguku.
Aku sejenak menatapmu, ingin rasanya aku mengusap kening dan pipimu sembari berkata, "maaf.. aku telah membuatmu menunggu lama". Yaah.. Mungkin aku agak sedikit berlebihan, tapi memang inilah yang sebenarnya kurasakan. Tubuhmu yang menjulang.. membuatku ingin selalu merengkuhmu dalam pelukan. Ya, baiklah! Stop! Sepertinya aku sudah terlampau mengkhayal.
Kuatnya pesonamu, tatapanmu yang tajam, suaramu yang santai menyebabkan gerakan aneh dihatiku. Senyummu yang bisa kunikmati dari jarak sedekat ini, bahkan tak pernah yang sedekat ini.
Hanya malam ini, malam yang tak ingin terlewatkan begitu saja.
Andai aku bisa menghentikan waktu, aku ingin waktu berhenti sampai disini saja sehingga aku bisa terus menikmatinya tanpa takut semua itu akan berakhir begitu saja.
Senyummu masih terus mengguncangkan hati dan pikiranku.
Kau menyuruhku duduk disampingmu, kita mulai mencairkan suasana dengan membicarakan beberapa hal. Waktu begitu cepat berjalan, dan tanpa sadar kita sudah membicarakan banyak hal.
Sejenak aku termenung dan bergumam dalam hati "Tuhan, sekarang aku mengerti. Mungkin ini yang telah kau rencanakan selama ini. Maafkan aku tuhan jika aku sempat berfikiran buruk tentangmu. Aku mulai percaya tuhan, jika memang benar adanya.. bahwa rencamu itu lebih indah dari apa yang telah aku rencanakan. Terima kasih untuk kenangan yang begitu indah ini Tuhan..".
*hening* Hingga akhirnya teguranmu berhasil menyadarkanku dari lamunan.
Aku melirik ke arahmu sambil tersenyum.
Aku sendiri tak mengerti.. entah mengapa apapun yang kau lakukan terlihat begitu romantis dimataku.
Canda dan keusilanmu mampu membuat aku selalu merindukanmu..
Menghilang dan datang tiba-tibamu, membuat aku semakin ingin mencari tahu lebih dalam tentang dirimu..
Bahkan sikap cuek dan ngeselinnya pun selalu berhasil membuat aku menemukan alasan untuk selalu memaafkannya..
Aku merasa.. banyak sekali yang berbeda pada dirimu padaku malam itu.
Aku tidak tahu apakah itu memang benar atau hanya prasangkaku saja.
Tapi yang jelas aku saa..ngat senang.
Aku pernah mendengar bahwa ada pepatah yang mengatakan, "untuk mendapatkan kebahagiaan yang luar biasa, terkadang kita harus merasakan jatuh yang sangat menyakitkan dulu." Aku rasa itu memang benar.
---
Suasana hatiku semakin berguncang, ketika kau
bertanya padaku seberapa besar arti dirimu untukku..
yang sangat ampuh membuatku bingung bagaimana aku harus menjelaskannya, karena tak ada kata yang mampu mengungkapkannya.
Bukan hanya itu, masih ada beberapa hal yang sangat aku ingat.
Ketika kau menggodaku dengan kekonyolan serta kejailanmu, yang membuatku semakin ingin terus bersamamu.
Ketika kau memegang tanganku yang kedinginan sambil tersenyum padaku, dan aku semakin ingin menahanmu untuk jangan pergi agar tetap disini, seperti ini.
Ketika kau mengusap manja pipi dan rambutku, yang membuatku ingin menyandarkan kepalaku dibahumu, memandang langit malam yang terlihat begitu indah.
Ketika kau mendekap bahuku untuk mengusir rasa deg-deg-an ku, yang bukannya malah mengusir tapi malah semakin menambah tingkat deg-deg-an ku naik ke rating yang paling tinggi.
Ketika kau mencium tanganku, aku benar-benar merasa seperti seorang putri yang sesungguhnya kala itu..
Entah apakah kau mengingat semua itu atau tidak.. yang jelas aku masih ingat betul setiap detail kejadiannya.
Bagaimana bisa kenangan yang seperti ini akan begitu saja terlupakan dari ingatan? Katakan padaku, bagaimana bisa?
"Oh tuhanku yang baik, tak bisakah kau memutar ulang waktu kembali? Ke masa dimana semua hal indah itu terjadi. Tuhan, jika hari itu adalah hari terakhirku untuk hidup didunia.. Pasti aku tidak akan menyesal, karena kau telah memberikan aku kenangan yang begitu indah bersama orang yang sangat aku sayangi sebelum aku pergi."
Aku tak pernah membayangkan jika semua akan menjadi seindah ini.
Sepanjang perjalanan pulang kerumah aku tak henti-hentinya membayangkan semua yang terjadi. Tersenyum-senyum sendiri, mencoba untuk meyakinkan diri jika semua itu bukan sekedar mimpi.
Dingin malam itu tak mampu menghalangi keinginan kita untuk bertemu.
Kita sepakat untuk bertemu di gang dekat rumahku yang selalu menjadi tempat favoritku.
Karena disitu banyak sekali hal indah yang aku lewatkan bersamamu.
Kalau boleh sedikit mengingatkan.. Disitu, di gang itu, tempat dimana kau berhenti ketika pertama kali kau mengantarkanku pulang.
Disitulah awal mula kau membagikan sedikit kebahagiaan yang kauciptakan untukku.
Kau mulai menjadi bagian dari kenangan indah dalam hidupku.
Yang tak jarang membuatku tersenyum ketika mengingat semua itu.
Serasa terbang tinggi menembus langit malam.
Aku bertanya-tanya bagaimana bisa tempat sesederhana ini bisa menyimpan begitu banyak kenangan yang sangat istimewa, denganmu, hanya denganmu. iya, Berdua saja.
Aku berjalan menyusuri gelapnya malam, tanpa ada keraguan..
Aku menenteng kado itu dengan penuh semangat, tanpa peduli menjadi pusat perhatian orang-orang yang lalu lalang.
Pangeran misteriusku ternyata sudah datang.. terlihat kamu dengan kemeja rapimu, tampak sangat tampan dan menawan.
Aku melihat kamu disitu, beberapa meter dihadapanku.
Kau nampak payah karena mungkin bosan terlalu lama menungguku.
Aku sejenak menatapmu, ingin rasanya aku mengusap kening dan pipimu sembari berkata, "maaf.. aku telah membuatmu menunggu lama". Yaah.. Mungkin aku agak sedikit berlebihan, tapi memang inilah yang sebenarnya kurasakan. Tubuhmu yang menjulang.. membuatku ingin selalu merengkuhmu dalam pelukan. Ya, baiklah! Stop! Sepertinya aku sudah terlampau mengkhayal.
Kuatnya pesonamu, tatapanmu yang tajam, suaramu yang santai menyebabkan gerakan aneh dihatiku. Senyummu yang bisa kunikmati dari jarak sedekat ini, bahkan tak pernah yang sedekat ini.
Hanya malam ini, malam yang tak ingin terlewatkan begitu saja.
Andai aku bisa menghentikan waktu, aku ingin waktu berhenti sampai disini saja sehingga aku bisa terus menikmatinya tanpa takut semua itu akan berakhir begitu saja.
Senyummu masih terus mengguncangkan hati dan pikiranku.
Kau menyuruhku duduk disampingmu, kita mulai mencairkan suasana dengan membicarakan beberapa hal. Waktu begitu cepat berjalan, dan tanpa sadar kita sudah membicarakan banyak hal.
Sejenak aku termenung dan bergumam dalam hati "Tuhan, sekarang aku mengerti. Mungkin ini yang telah kau rencanakan selama ini. Maafkan aku tuhan jika aku sempat berfikiran buruk tentangmu. Aku mulai percaya tuhan, jika memang benar adanya.. bahwa rencamu itu lebih indah dari apa yang telah aku rencanakan. Terima kasih untuk kenangan yang begitu indah ini Tuhan..".
*hening* Hingga akhirnya teguranmu berhasil menyadarkanku dari lamunan.
Aku melirik ke arahmu sambil tersenyum.
Aku sendiri tak mengerti.. entah mengapa apapun yang kau lakukan terlihat begitu romantis dimataku.
Canda dan keusilanmu mampu membuat aku selalu merindukanmu..
Menghilang dan datang tiba-tibamu, membuat aku semakin ingin mencari tahu lebih dalam tentang dirimu..
Bahkan sikap cuek dan ngeselinnya pun selalu berhasil membuat aku menemukan alasan untuk selalu memaafkannya..
Aku merasa.. banyak sekali yang berbeda pada dirimu padaku malam itu.
Aku tidak tahu apakah itu memang benar atau hanya prasangkaku saja.
Tapi yang jelas aku saa..ngat senang.
Aku pernah mendengar bahwa ada pepatah yang mengatakan, "untuk mendapatkan kebahagiaan yang luar biasa, terkadang kita harus merasakan jatuh yang sangat menyakitkan dulu." Aku rasa itu memang benar.
---
yang sangat ampuh membuatku bingung bagaimana aku harus menjelaskannya, karena tak ada kata yang mampu mengungkapkannya.
Bukan hanya itu, masih ada beberapa hal yang sangat aku ingat.
Ketika kau menggodaku dengan kekonyolan serta kejailanmu, yang membuatku semakin ingin terus bersamamu.
Ketika kau memegang tanganku yang kedinginan sambil tersenyum padaku, dan aku semakin ingin menahanmu untuk jangan pergi agar tetap disini, seperti ini.
Ketika kau mengusap manja pipi dan rambutku, yang membuatku ingin menyandarkan kepalaku dibahumu, memandang langit malam yang terlihat begitu indah.
Ketika kau mendekap bahuku untuk mengusir rasa deg-deg-an ku, yang bukannya malah mengusir tapi malah semakin menambah tingkat deg-deg-an ku naik ke rating yang paling tinggi.
Ketika kau mencium tanganku, aku benar-benar merasa seperti seorang putri yang sesungguhnya kala itu..
Entah apakah kau mengingat semua itu atau tidak.. yang jelas aku masih ingat betul setiap detail kejadiannya.
Bagaimana bisa kenangan yang seperti ini akan begitu saja terlupakan dari ingatan? Katakan padaku, bagaimana bisa?
"Oh tuhanku yang baik, tak bisakah kau memutar ulang waktu kembali? Ke masa dimana semua hal indah itu terjadi. Tuhan, jika hari itu adalah hari terakhirku untuk hidup didunia.. Pasti aku tidak akan menyesal, karena kau telah memberikan aku kenangan yang begitu indah bersama orang yang sangat aku sayangi sebelum aku pergi."
Aku tak pernah membayangkan jika semua akan menjadi seindah ini.
Sepanjang perjalanan pulang kerumah aku tak henti-hentinya membayangkan semua yang terjadi. Tersenyum-senyum sendiri, mencoba untuk meyakinkan diri jika semua itu bukan sekedar mimpi.
Dan saat itu juga aku tau akan satu hal..
Jika memang benar, kamu adalah orang yang telah ditakdirkan Tuhan untukku.. apapun yang terjadi, dalam kondisi dan situasi apapun, aku percaya bahwa Tuhan pasti akan mengembalikan dan mempertemukan kita kembali.. tak peduli dengan siapapun kau sekarang, itu tak jadi masalah jika akhirnya nanti kau denganku. Karena aku masih menunggumu. Disini.
Dan aku tidak perlu takut karena ada Tuhan yang sudah mengatur segalanya.
Tugasku sekarang hanya menjalani hidup seperti air mengalir, membiarkan waktu yang berjalan dengan semua yang terjadi sebagai pelajaran untukku.
Februari... bulan yang begitu istimewa untukku.
Bulan yang sudah 3 tahun ini selalu menyisipkan kenangan yang begitu indah diantara kita berdua.
Semoga februari mendatang Tuhan juga menskenariokan hal yang sama indahnya. Amin.. :)
Tentunya dengan melalui perantara-perantara hebatnya.
Untuk februari 2013 kali ini, Tuhan mengukir kisah kita berdua melalui perantara dua makhluk usil ini (kikik dan pepi) karena tanpa mereka berdua, kado itu tak akan sampai ditanganmu.
Aku tidak akan melupakan kebaikan sekaligus kegilaan mereka berdua yang telah begitu berani membantuku..
Dan mengenai gang dekat rumahku, aku seringkali terdiam ketika melewati gang itu.
Tersenyum sendiri seperti orang gila, seolah masa itu terulang kembali karena masih sangat jelas teringat dipikiranku.
Ternyata sudah sangat lama aku mengagumimu, dan sudah sangat lama juga aku belum bisa move on dari bayang-bayangmu.
Sepertinya hatiku sudah terkunci rapat untuk orang lain, hanya ada kamu didalam situ.
Ingin rasanya aku membukanya kembali dan mengeluarkanmu dari sana. Tapi.. apa daya aku sudah membuang jauh-jauh kuncinya, yang tak pernah kutemukan lagi dimana keberadaannya.
Sehingga aku tak bisa berbuat banyak. Biarlah.. aku juga tidak keberatan menempatkanmu disitu, bahkan untuk waktu yang saaaangat lama.. sampai akhirnya aku berhasil menemukan kuncinya kembali :)
Jika memang benar, kamu adalah orang yang telah ditakdirkan Tuhan untukku.. apapun yang terjadi, dalam kondisi dan situasi apapun, aku percaya bahwa Tuhan pasti akan mengembalikan dan mempertemukan kita kembali.. tak peduli dengan siapapun kau sekarang, itu tak jadi masalah jika akhirnya nanti kau denganku. Karena aku masih menunggumu. Disini.
Dan aku tidak perlu takut karena ada Tuhan yang sudah mengatur segalanya.
Tugasku sekarang hanya menjalani hidup seperti air mengalir, membiarkan waktu yang berjalan dengan semua yang terjadi sebagai pelajaran untukku.
Februari... bulan yang begitu istimewa untukku.
Bulan yang sudah 3 tahun ini selalu menyisipkan kenangan yang begitu indah diantara kita berdua.
Semoga februari mendatang Tuhan juga menskenariokan hal yang sama indahnya. Amin.. :)
Tentunya dengan melalui perantara-perantara hebatnya.
Untuk februari 2013 kali ini, Tuhan mengukir kisah kita berdua melalui perantara dua makhluk usil ini (kikik dan pepi) karena tanpa mereka berdua, kado itu tak akan sampai ditanganmu.
Aku tidak akan melupakan kebaikan sekaligus kegilaan mereka berdua yang telah begitu berani membantuku..
Dan mengenai gang dekat rumahku, aku seringkali terdiam ketika melewati gang itu.
Tersenyum sendiri seperti orang gila, seolah masa itu terulang kembali karena masih sangat jelas teringat dipikiranku.
Ternyata sudah sangat lama aku mengagumimu, dan sudah sangat lama juga aku belum bisa move on dari bayang-bayangmu.
Sepertinya hatiku sudah terkunci rapat untuk orang lain, hanya ada kamu didalam situ.
Ingin rasanya aku membukanya kembali dan mengeluarkanmu dari sana. Tapi.. apa daya aku sudah membuang jauh-jauh kuncinya, yang tak pernah kutemukan lagi dimana keberadaannya.
Sehingga aku tak bisa berbuat banyak. Biarlah.. aku juga tidak keberatan menempatkanmu disitu, bahkan untuk waktu yang saaaangat lama.. sampai akhirnya aku berhasil menemukan kuncinya kembali :)
Dari orang yang selalu mencintaimu.
UNTUKMU, YANG MUNGKIN TELAH MELUPAKAN AKU.
Surat ini khusus aku alamatkan ke sudut kecil dalam ruang dihatimu, tempat yang sering kukunjungi tapi tak pernah kutahu alamat detail dan daerah spesifiknya. Entah, saat menulis ini, aku ingat kali pertama perkenalan dan pertemuan kita terjadi. Aku ingat betul setiap detailnya, dan aku... tak pernah melupakan setiap peristiwa-peristiwa yang terjadi diantara kita, bahkan cerita sekecil apapun.
Dan.. Aku selalu ingat bagaimana caramu dan caraku untuk menikmati setiap detik-detiknya.
Bagaimana usahamu dan usahaku untuk menghargai setiap menit yang berlalu.
Jelaskan padaku mengapa semua menjadi serumit ini? Aku tak tahu jika kamu tiba-tiba memenuhi sudut-sudut terkecil diotakku, hingga mengisi kekosongan dalam relung-relung dihatiku.
Semua terjadi begitu saja, begitu cepat tanpa teori maupun basa-basi.
Aku melihatmu, mengenalmu, lalu.. mencintaimu. Sesederhana itulh kamu menguasai hari-hariku.
Kamu jadi penyebab rasa semangatku.
Kamu menjelma menjadi senyum yang tak bisa kujelaskan dengan kata-kata.
Iya, mungkin, aku jatuh cinta, entah kamu.
Semua kulakukan diam-diam. Begitu rapi, hingga hatimu yang beku tak pernah berhasil cair.
Semua kusembunyikan. Hingga perasaanmu yang kurang peka tak memperdulikan aku.
Ya! Memang aku pandai menyembunyikan banyak hal hingga kau tak memahami yang sebenarnya terjadi.
Nyatanya, aku belum benar-benar membuang semua cerita dan kenangan itu dari otakku.
Aku tak bisa melupakanmu.. Sungguh! Aku selalu ingat caramu menatapku.
Caramu mencuri perhatianku.
Sorot tajam matamu yang selalu mampu memperindah pandanganku.
Senyummu itu sangat ampuh menyita pandanganku untuk tak lagi menghiraukan yang lainnya.
Hal-hal sederhana itu seakan-akan sengaja diciptakan untuk tidak dilupakan.
Tolong, buat aku lupa jika memang itu seharusnya, karena aku tak lagi temukan cara terbaik untuk menghilangkan kamu dari pikiranku.
Hanya ada aku sendiri, disini, disudut yang sunyi, gelap dan sepi.
Berusaha memutar otak untuk temukan cara terbaik untuk tak lagi memikirkanmu.
Bagaimana bisa perasaan ini berkembang menjadi sebesar ini?
Selama ini aku mencari tapi tak pernah berhasil menemukan apa jawabnya.
Kita jarang punya kesempatan berbicara, berdua saja. Rasanya mustahil.
Dan yang selalu memberatkan, yang selalu menahan perasaanku untuk tetap mencintaimu adalah ketika kau berkata "jangan pernah merasa sepi ya, karena aku akan selalu ada untukmu." aku tersenyum lebar ketika barisan kalimat itu kau kirimkan untukku melalui pesan singkat itu.
Ya, memang harusnya aku tak perlu sesenang itu, karena mungkin kamu menulisnya tanpa perasaan, hanya untuk merespon perkataanku saja.
Tertulis dengan sederhana untukmu, calon pemimpin negara yang masih menjajaki beberapa semester awal..
Kamu adalah orang yang selalu berhasil membuatku bertanya-tanya
Kamu adalah orang yang seringkali membuatku berlaku gila
Kamu adalah orang yang mengajariku terbang, mengepakkan sayap, lalu mematahkannya.
Hal-hal yang kau lakukan selalu aneh dan tak biasa.
Tapi, kalau boleh jujur, justru keanehan itulah yang membuatmu menjadi seseorang yang selalu kurindukan.
Keanehan yang tak pernah kutemukan pada orang lain selama ini.
Jujurku menenggelamkan kemunafikan. Nyatanya aku (masih) merindukanmu.
Ada banyak hal yang membuatmu tak bisa melupakanmu, ada banyak yang tidak dimiliki orang lain selain dirimu.
Ada beberapa yang selalu aku rindukan darimu, salah satunya... Senyummu.
Sekarang.. Semua terasa begitu berbeda, semua terasa tak lagi sama.
Tak ada yang kuketahui selain mencari cara terbaik agar aku tak lagi mengidolakanmu.
Aku bertingkah seolah aku baik-baik saja tanpamu.
Padahal sebenarnya aku hancur..
Aku berusaha memunguti serpihan-serpihan hati dan menatanya kembali.
Yaa.. Begitu hebatnya keadaan, sehingga ia selalu berhasil memaksa seseorang untuk mengikhlaskan suatu ketiadaan..
Aku lelah, ketika harus memaksa otakku untuk agar tak lagi memikirkanmu, semakin aku memaksa otakku.. Semakin membuatku memutar kembali semua memori yang ia simpan secara sengaja.
Sementara aku tak mau melupakanmu dengan cara yang menyakitkan, waktu punya tugas untuk menghapus jejak, dan aku percaya waktu akan melakukannya untukku.. Jika memang aku ditakdirkan untuk melupakanmu..
Rasanya menyebalkan jika aku tak mengetahui isi hatimu.
Kamu sangat sulit kutebak, kamu seperti teka-teki yang memiliki jawaban tapi juga banyak tafsiran.
Aku takut menerjemahkan isyarat-isyarat yang kau tunjukkan padaku. Aku takut!
Hey, dengar.. Aku tidak mengapa jika memang benar kau telah menemukan seseorang yang yang benar-benar kau cintai.
Disini, aku akan selalu mendoakan yang terbaik untukmu.
Aku akan memberikan segala yang aku mampu, asal orang yang aku sayangi bisa bahagia.. meskipun itu harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri.
Jangan terlalu memikirkan aku, karena aku sudah terbiasa merasakan sakit dan kecewa walau tak pernah sedalam ini. Tapi jangan khawatir, aku pasti bisa mengatasi semua itu. Tenang saja..
Bagiku, yang terpenting adalah dapat melihatmu tersenyum bahagia, meskipun itu bukan karena aku penyebabnya. Aku rela, rela menukar semua kebahagiaanku demi melihat lengkungan senyum diwajahmu. Karena kebahagiaanmu adalah segalanya untukku.
Terima kasih.. Engkau telah membagikan sedikit kenanganmu untukku, yang tergambar indah dalam kenangan hidupku.
Selama ini.. Aku selalu dibayangi oleh pertanyaan-pertanyaan yang menuntut untuk diberi jawaban, tapi tak pernah sedikitpun aku temukan.
Tapi sekarang aku sadar, bahwa sebenarnya bukan jawaban yang dibutuhkan, tapi pengertian.
Mengerti.. bahwa sesungguhnya tuhan tidak pernah membuat cerita seperti ini tanpa alasan, dan mungkin saja tuhan tidak ingin aku mencari tahu apa alasan tersebut, tapi tuhan ingin aku belajar dari cerita itu.
Dan.. Memang benar.
Tuhan membuatku belajar banyak hal dari cerita yang ia buat.
Mungkin, belajar mengikhlaskan sesuatu yang memang bukan ditakdirkan untukku.
Mungkin belajar bagaimana tetap tersenyum walau sebenarnya dalam hati hancur.
Semua ini.. Mungkin adalah salah satu cara tuhan untuk mendewasakanku.
Semua ini terjadi begitu saja, tanpa aku sadari. Tentu bukan kebetulan seperti yang kebanyakan orang bilang. Karena aku tak percaya dengan yang namanya "kebetulan" di dunia ini.
Bagaimana bisa ada kebetulan yang seperti ini? Karena jelas-jelas ini semua memang telah direncanakan tuhan sebelumnya, tanpa sepengetahuan kita.
Disini kita menjadi aktor dan aktris yang memainkan alur cerita sesuai dengan apa yang tertulis pada skenario.
Dan hari ini, hari dimana aku harus benar-benar terbangun dari mimpi panjangku yang bertopikkan tentangmu. Sebegitu menjengkelkannya kisah yang terjadi diantara kita berdua, yang dikemas sangat rapi dan indah oleh tuhan, sehingga tak mudah untuk dilupakan. Bahkan mungkin akan menjadi kisah sepanjang masa yang tak akan pernah terlupakan.
Aku takut mengartikan kata-kata manis darimu, yang mungkin saja kau katakan tak hanya untukku.
Aku takut mempercayai perhatian sederhanamu yang kau perlihatkan secara terselubung. Aku takut!
Karena pada dasarnya, semua orang memiliki topengnya masing-masing. Dan aku? Belum terlalu pandai untuk mengerti kenampakan aslinya. Karena seringkali yang ditunjukkan pada kita belum tentu itu pula yang ada dalam hatinya.
Dan aku, semakin takut jika perasaan ini tumbuh ke arah yang tak kuinginkan.
Tolong, aku mohon, hentikan langkah ku, jika memang segalanya yang kuduga benar adalah hal yang salah dimatamu. Tolong, kembalikan aku ke jalanku dulu, sebelum aku mengganggu rute tujuanmu.
Ketahuilah abang.. aku sedang berusaha melawan jutaan kamu yang semakin membuncah diotakku.
Seperti asap rokok yang mengepul semakin tinggi diudara. Aku tak percaya, ternya semua ini bisa melangkah sampai sejauh ini.
Aku tak pernah berani mengusikmu jika nanti akhirnya hanya akan membebanimu dikarenakan perasaanku ini.
Dan.. Aku selalu ingat bagaimana caramu dan caraku untuk menikmati setiap detik-detiknya.
Bagaimana usahamu dan usahaku untuk menghargai setiap menit yang berlalu.
Jelaskan padaku mengapa semua menjadi serumit ini? Aku tak tahu jika kamu tiba-tiba memenuhi sudut-sudut terkecil diotakku, hingga mengisi kekosongan dalam relung-relung dihatiku.
Semua terjadi begitu saja, begitu cepat tanpa teori maupun basa-basi.
Aku melihatmu, mengenalmu, lalu.. mencintaimu. Sesederhana itulh kamu menguasai hari-hariku.
Kamu jadi penyebab rasa semangatku.
Kamu menjelma menjadi senyum yang tak bisa kujelaskan dengan kata-kata.
Iya, mungkin, aku jatuh cinta, entah kamu.
Semua kulakukan diam-diam. Begitu rapi, hingga hatimu yang beku tak pernah berhasil cair.
Semua kusembunyikan. Hingga perasaanmu yang kurang peka tak memperdulikan aku.
Ya! Memang aku pandai menyembunyikan banyak hal hingga kau tak memahami yang sebenarnya terjadi.
Nyatanya, aku belum benar-benar membuang semua cerita dan kenangan itu dari otakku.
Aku tak bisa melupakanmu.. Sungguh! Aku selalu ingat caramu menatapku.
Caramu mencuri perhatianku.
Sorot tajam matamu yang selalu mampu memperindah pandanganku.
Senyummu itu sangat ampuh menyita pandanganku untuk tak lagi menghiraukan yang lainnya.
Hal-hal sederhana itu seakan-akan sengaja diciptakan untuk tidak dilupakan.
Tolong, buat aku lupa jika memang itu seharusnya, karena aku tak lagi temukan cara terbaik untuk menghilangkan kamu dari pikiranku.
Hanya ada aku sendiri, disini, disudut yang sunyi, gelap dan sepi.
Berusaha memutar otak untuk temukan cara terbaik untuk tak lagi memikirkanmu.
Bagaimana bisa perasaan ini berkembang menjadi sebesar ini?
Selama ini aku mencari tapi tak pernah berhasil menemukan apa jawabnya.
Kita jarang punya kesempatan berbicara, berdua saja. Rasanya mustahil.
Dan yang selalu memberatkan, yang selalu menahan perasaanku untuk tetap mencintaimu adalah ketika kau berkata "jangan pernah merasa sepi ya, karena aku akan selalu ada untukmu." aku tersenyum lebar ketika barisan kalimat itu kau kirimkan untukku melalui pesan singkat itu.
Ya, memang harusnya aku tak perlu sesenang itu, karena mungkin kamu menulisnya tanpa perasaan, hanya untuk merespon perkataanku saja.
Tertulis dengan sederhana untukmu, calon pemimpin negara yang masih menjajaki beberapa semester awal..
Kamu adalah orang yang selalu berhasil membuatku bertanya-tanya
Kamu adalah orang yang seringkali membuatku berlaku gila
Kamu adalah orang yang mengajariku terbang, mengepakkan sayap, lalu mematahkannya.
Hal-hal yang kau lakukan selalu aneh dan tak biasa.
Tapi, kalau boleh jujur, justru keanehan itulah yang membuatmu menjadi seseorang yang selalu kurindukan.
Keanehan yang tak pernah kutemukan pada orang lain selama ini.
Jujurku menenggelamkan kemunafikan. Nyatanya aku (masih) merindukanmu.
Ada banyak hal yang membuatmu tak bisa melupakanmu, ada banyak yang tidak dimiliki orang lain selain dirimu.
Ada beberapa yang selalu aku rindukan darimu, salah satunya... Senyummu.
Sekarang.. Semua terasa begitu berbeda, semua terasa tak lagi sama.
Tak ada yang kuketahui selain mencari cara terbaik agar aku tak lagi mengidolakanmu.
Aku bertingkah seolah aku baik-baik saja tanpamu.
Padahal sebenarnya aku hancur..
Aku berusaha memunguti serpihan-serpihan hati dan menatanya kembali.
Yaa.. Begitu hebatnya keadaan, sehingga ia selalu berhasil memaksa seseorang untuk mengikhlaskan suatu ketiadaan..
Aku lelah, ketika harus memaksa otakku untuk agar tak lagi memikirkanmu, semakin aku memaksa otakku.. Semakin membuatku memutar kembali semua memori yang ia simpan secara sengaja.
Sementara aku tak mau melupakanmu dengan cara yang menyakitkan, waktu punya tugas untuk menghapus jejak, dan aku percaya waktu akan melakukannya untukku.. Jika memang aku ditakdirkan untuk melupakanmu..
Rasanya menyebalkan jika aku tak mengetahui isi hatimu.
Kamu sangat sulit kutebak, kamu seperti teka-teki yang memiliki jawaban tapi juga banyak tafsiran.
Aku takut menerjemahkan isyarat-isyarat yang kau tunjukkan padaku. Aku takut!
Hey, dengar.. Aku tidak mengapa jika memang benar kau telah menemukan seseorang yang yang benar-benar kau cintai.
Disini, aku akan selalu mendoakan yang terbaik untukmu.
Aku akan memberikan segala yang aku mampu, asal orang yang aku sayangi bisa bahagia.. meskipun itu harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri.
Jangan terlalu memikirkan aku, karena aku sudah terbiasa merasakan sakit dan kecewa walau tak pernah sedalam ini. Tapi jangan khawatir, aku pasti bisa mengatasi semua itu. Tenang saja..
Bagiku, yang terpenting adalah dapat melihatmu tersenyum bahagia, meskipun itu bukan karena aku penyebabnya. Aku rela, rela menukar semua kebahagiaanku demi melihat lengkungan senyum diwajahmu. Karena kebahagiaanmu adalah segalanya untukku.
Terima kasih.. Engkau telah membagikan sedikit kenanganmu untukku, yang tergambar indah dalam kenangan hidupku.
Selama ini.. Aku selalu dibayangi oleh pertanyaan-pertanyaan yang menuntut untuk diberi jawaban, tapi tak pernah sedikitpun aku temukan.
Tapi sekarang aku sadar, bahwa sebenarnya bukan jawaban yang dibutuhkan, tapi pengertian.
Mengerti.. bahwa sesungguhnya tuhan tidak pernah membuat cerita seperti ini tanpa alasan, dan mungkin saja tuhan tidak ingin aku mencari tahu apa alasan tersebut, tapi tuhan ingin aku belajar dari cerita itu.
Dan.. Memang benar.
Tuhan membuatku belajar banyak hal dari cerita yang ia buat.
Mungkin, belajar mengikhlaskan sesuatu yang memang bukan ditakdirkan untukku.
Mungkin belajar bagaimana tetap tersenyum walau sebenarnya dalam hati hancur.
Semua ini.. Mungkin adalah salah satu cara tuhan untuk mendewasakanku.
Semua ini terjadi begitu saja, tanpa aku sadari. Tentu bukan kebetulan seperti yang kebanyakan orang bilang. Karena aku tak percaya dengan yang namanya "kebetulan" di dunia ini.
Bagaimana bisa ada kebetulan yang seperti ini? Karena jelas-jelas ini semua memang telah direncanakan tuhan sebelumnya, tanpa sepengetahuan kita.
Disini kita menjadi aktor dan aktris yang memainkan alur cerita sesuai dengan apa yang tertulis pada skenario.
Dan hari ini, hari dimana aku harus benar-benar terbangun dari mimpi panjangku yang bertopikkan tentangmu. Sebegitu menjengkelkannya kisah yang terjadi diantara kita berdua, yang dikemas sangat rapi dan indah oleh tuhan, sehingga tak mudah untuk dilupakan. Bahkan mungkin akan menjadi kisah sepanjang masa yang tak akan pernah terlupakan.
Aku takut mengartikan kata-kata manis darimu, yang mungkin saja kau katakan tak hanya untukku.
Aku takut mempercayai perhatian sederhanamu yang kau perlihatkan secara terselubung. Aku takut!
Karena pada dasarnya, semua orang memiliki topengnya masing-masing. Dan aku? Belum terlalu pandai untuk mengerti kenampakan aslinya. Karena seringkali yang ditunjukkan pada kita belum tentu itu pula yang ada dalam hatinya.
Dan aku, semakin takut jika perasaan ini tumbuh ke arah yang tak kuinginkan.
Tolong, aku mohon, hentikan langkah ku, jika memang segalanya yang kuduga benar adalah hal yang salah dimatamu. Tolong, kembalikan aku ke jalanku dulu, sebelum aku mengganggu rute tujuanmu.
Ketahuilah abang.. aku sedang berusaha melawan jutaan kamu yang semakin membuncah diotakku.
Seperti asap rokok yang mengepul semakin tinggi diudara. Aku tak percaya, ternya semua ini bisa melangkah sampai sejauh ini.
Aku tak pernah berani mengusikmu jika nanti akhirnya hanya akan membebanimu dikarenakan perasaanku ini.
---
Tolong.. jangan lupakan aku :)
Perjuangan yang terabaikan
Dalam hidup, setiap orang punya kisahnya masing-masing.
Dan dalam kisahnya ia harus berjuang, berdiam dan menunggu pun juga bagian dari perjuangan.
Menunggu.. itulah yang selama ini ku lakukan..
Dan dalam kisahnya ia harus berjuang, berdiam dan menunggu pun juga bagian dari perjuangan.
Menunggu.. itulah yang selama ini ku lakukan..
sebagai wujud perasaanku yang entah mengapa masih saja ingin terus menahan dan menyimpan bayang-bayang dirimu dalam hati maupun pikiranku.
Aku tahu, setiap malamku selalu ku isi dengan kenangan dan ingatan akan dirimu.
Aku tahu, setiap malamku selalu ku isi dengan kenangan dan ingatan akan dirimu.
Kenyataannya yang harus kuterima, kau tak ada disini disampingku, entah walau hanya untuk menenangkan sedihku atau menepis sepiku.
Dengan sikapmu yang terkadang sedingin es dan cuek seperti itu, mengapa aku masih ingin memperjuangkanmu?
Aku tak tahu, jadi jangan tanyakan padaku mengapa aku juga bisa mencintaimu dengan cinta yang begitu dalam seperti ini sehingga tak bisa benar-benar kupahami.
Ketika suaramu mengalir diujung telepon atau bahkan pesan singkat yang terlampau singkatnya, disitu ada perasaan rindu yang kudiamkan, terlalu sibuk dalam penantian hingga berakhir pada kesedihan.
Apakah kau tahu hal itu? Kurasa tidak, kau tidak memperdulikan aku sedalam aku memperdulikanmu.
Mungkin memang tak ada cinta dihatimu sedalam cinta yang kupunya untukmu.
Kekhawatiran yang tak pernah kuceritakan padamu, mungkin tak pernah kau pikirkan.
Dengan sikapmu yang terkadang sedingin es dan cuek seperti itu, mengapa aku masih ingin memperjuangkanmu?
Aku tak tahu, jadi jangan tanyakan padaku mengapa aku juga bisa mencintaimu dengan cinta yang begitu dalam seperti ini sehingga tak bisa benar-benar kupahami.
Ketika suaramu mengalir diujung telepon atau bahkan pesan singkat yang terlampau singkatnya, disitu ada perasaan rindu yang kudiamkan, terlalu sibuk dalam penantian hingga berakhir pada kesedihan.
Apakah kau tahu hal itu? Kurasa tidak, kau tidak memperdulikan aku sedalam aku memperdulikanmu.
Mungkin memang tak ada cinta dihatimu sedalam cinta yang kupunya untukmu.
Kekhawatiran yang tak pernah kuceritakan padamu, mungkin tak pernah kau pikirkan.
Doaku yang ku sebutkan mungkin tak seperti do'a yang selalu kamu ucapkan.
Perbedaan ini sungguh membuatku tak mengerti apa-apa.
Ketakutanku membungkam segalanya..
Entah apakah kamu memang seharusnya diperjuangkan sejauh ini atau sebaliknya?
Akankah kebersamaan ini berujung pada akhir yang bahagia?
Aku takut.. Aku takut dengan banyak hal yang diam-diam menyerang kita dari belakang.
Kebersamaan kita yang tak biasa, menyisakan cerita yang tak biasa pula.
Perbedaan ini sungguh membuatku tak mengerti apa-apa.
Ketakutanku membungkam segalanya..
Entah apakah kamu memang seharusnya diperjuangkan sejauh ini atau sebaliknya?
Akankah kebersamaan ini berujung pada akhir yang bahagia?
Aku takut.. Aku takut dengan banyak hal yang diam-diam menyerang kita dari belakang.
Kebersamaan kita yang tak biasa, menyisakan cerita yang tak biasa pula.
Kebersamaan yang memang tak berjalan dengan mudah ini cukup membuatku lelah.
Aku ingin berhenti memperjuangkanmu, tapi aku tak pernah berhasil.
Aku lelah, lelah dihantui kabut hitam yang menodai pencarianku.
Yang aku inginkan matahari, bukan mendung seperti ini.
Kau bilang bahwa kau akan selalu ada disini, untukku, disampingku.
Tapi.. Kamu malah menghilang ketika aku membutuhkanmu untuk ada disini!
Kemana larinya kamu?
Aku lelah, lelah dihantui kabut hitam yang menodai pencarianku.
Yang aku inginkan matahari, bukan mendung seperti ini.
Kau bilang bahwa kau akan selalu ada disini, untukku, disampingku.
Tapi.. Kamu malah menghilang ketika aku membutuhkanmu untuk ada disini!
Kemana larinya kamu?
Ketika aku berjuang untuk memperjuangkan satu-satunya makhluk yang aku pikir dapat memberiku kebahagiaan nyata?
Seringkali kumaafkan ketidakhadiranmu..
Seringkali kumaklumi kesalahanmu..
Seringkali kumaafkan ketidakhadiranmu..
Seringkali kumaklumi kesalahanmu..
dan selalu kuberikan senyum terbaik ketika sesungguhnya aku ingin menangis.
Aku rasa menghilang dan datang tiba-tiba itu adalah keahlianmu,
Aku rasa menghilang dan datang tiba-tiba itu adalah keahlianmu,
tapi tak bisakah kau tak seperti itu? Karna itu sangat menyiksaku.
Ini semua perjuanganku untukmu..
Ini semua perjuanganku untukmu..
Apakah belum cukup untuk menghilangkan sikap dingin dan cuekmu itu?
Inilah perjuangku, yang mungkin selama ini seringkali terabaikan.
Apakah hatimu akan luluh?
Apakah hatimu akan luluh?
Dan sedikit sadar sehingga menunjukkan kepekaan serta kepedulian?
---
---
Langganan:
Komentar (Atom)