tak ada yang istimewa di bangun pagiku kali ini.
kala itu pagiku hanya terisi dengan kegiatan-kegiatan rutin yang berjalan seperti biasanya, namun pagi ini aku merasa amat sangat lelah dan payah.
aku enggan untuk berpindah dari tempat tidur nyamanku.
kedua mataku yang masih saja mengatup rapat walau puluhan kali mendengar teriakan dari alarm handphone yang menjerit beberapakali .
dengan acuh tak acuh aku membiarkan ocehan burung pagi serta teriakan alarm handphone yang berusaha membangunkan aku .
ketika aku sedang menikmati lembutnya bantal, pelukan mesra guling dan hangatnya selimutku, tanpa sadar sang bagaskara telah memperlihatkan sisi terangnya,
dia yang mencoba menyentuhku dengan sinar lembutnya yang mencoba menerobos masuk melewati celah-celah sempit jendela kamarku,
sosok pertanda pagi yang membuat mataku silau dengan apa yang ia lakukan .
dengan wajah kesal aku pun terbangun,
dan teramat kaget ketika melihat jarum jam yang menunjukkan pukul stengah 6 pagi itu yang sontak mampu membuat mataku terbelalak.
sehingga rasa kantuk yang menghantuiku pun hilang dengan sekejap.
segera aku melompat dari tempat tidur dan bergegas untuk mandi.
aku pun merapikan diri secepat mungkin karna sadar jika gerbang sekolah akan ditutup pukul setengah 7 pagi.
ya! mungkin kalian tak tau mengapa aku panic seperti ini, mungkin bagi sebagian besar kalian yang membaca ini menganggap telat adalah hal yang biasa! tapi tidak dengan presepsiku!
aku pun berlari menuju tempat biasa aku menunggu angkot abu-abu yang biasa aku naiki ketika berangkat maupun pulang sekolah, saat itu tak ada kata lain di dalam pikiranku kecuali
"angkot abu-abu, angkot abu-abu dan angkot abu-abu dalam berbagai kalimat"
Dengan wajah tergopoh-gopoh serta nafas yg terengah-engah aku pun menunggu dengan tidak sabar, berharap ada angkot itu yg menghampiriku.
Nah! akhirnya! angkot abu-abu yang seolah datang tepat waktu, memberi jawaban atas kegelisahanku.
Detik berubah menjadi menit,tak butuh waktu lama untuk berubah menjadi jam yang semakin menambah daftar tumpukan gundah dalam labirin-labirin fikiranku,
"oh tuhan tak bisakah angkot ini melaju secepat kilat yang hanya membutuhkan satu kedipan mata? gerutu ku dalam hati"
aku tak menggubris sama sekali oleh apa yang dilakukan para penumpang yang sibuk sendiri dengan kegiatan mereka.
hanya cemas yang memuncak dan tak henti-hentinya meminta kepada Tuhan agar aku tidak telat masuk sekolah, karna aku tak ingin dipulangkan secara cuma-cuma hanya karna telat beberapa menit!
akhirnyaaaaa,,,, sampai juga aku disekolah.
aku pun bergegas turun dari angkot dengan wajah yang lega serta mengusap peluh.
seperti biasa, bapak Nur Yahya tercinta sudah mamapang di depan gerbang dengan senyum sumringah menyuruh murid-muridnya agar mempercepat langkah.
baru saja menapakkan kaki memasuki gerbang, sudah terdengar pak.Basuni yg memimpin do'a lewat pengeras suara seperti biasa .
aku pun tak memperdulikannya, dengan santai aku terus berjalan dengan tampang sendu.
entah apa yang membuatku menoleh kebelakang, aku pun sama sekali tak menyadarinya.
tiba-tiba angin membisikkan lembut ditelingaku agar aku memalingkan wajahku kebelakang.
semua ini seperti sudah direncanakan rapi oleh Tuhan hingga aku pun tak sadar.
hey! ternyata ada kamu disitu,
berdiri tak jauh dibelakangku,
tersenyum indah yang jelas memper-indah pandangan di depan mataku.
ah! laju otak ku pun menjadi kacau.
detak jantungku pun melaju sangat cepat sampai tak bisa ku rasakan,
aliran darahku pun seolah berhenti mengalir.
hey kamu! iya kamu! yang tersenyum tepat saat aku memalingkan pandanganku pada sosok indahmu, apakah kau tau? aku bahkan tak bisa mengingat sampai mana do'aku tadi? Ah,ya! memang kau pandai mengacaukan pikiranku hanya dengan melihat wajahmu sekelebat saja.
***
hey, untuk mu yang tersenyum mengisyaratkan sapa'an untuk ku.
aku mewakili "temanku", aku tak akan menyebut namanya karna kau pasti mengenal baik siapa dirinya.
temanku yang suka meneriakkan namamu dan namaku beriringan,
digabungkan dalam satu kalimat yang tak nyata .
aku tak ingin mereka meneriakkan hal yang bodoh itu!
mungkin kau tak suka ketika dia meneriakkan itu,
mungkin kau risih mendengar namaku dan namamu yang diucapkan beriringan itu.
ya! aku mengerti! aku pun tak ingin dia melakukan itu, karna aku tau itu hanya akan membuatmu risih,
atau bahkan terbesit dalam benakmu untuk tak lagi mengenalku? aku tak tau bagaimana presepsimu .
tapi asal kau tau, aku sudah ribuan kali berteriak jengah ditelinganya
agar tak lagi melakukan hal bodoh itu! tapi tak perah sedikitpun di gubris olehnya .
hanya dengan tulisan tak berartiku ini aku dapat mengatakan semua diamku :')
Tidak ada komentar:
Posting Komentar