Dear you, pemilik mata indah dng senyum yg menawan itu .
Aku bingung harus mengalamatkan surat ini kemana,
ke rumahmu atau cukup ke hatimu?
aku juga takut kalau saat membaca surat ini kamu malah menaikkan alismu dan berkali-kali mengusap keningmu.
Ah, aku tak pernah lupa gerakan reflek yang kauciptakan saat kau sedang tersenyum serta mengusap hidungmu . Aku tak pernah lupa bentuk wajahmu saat seringkali aku mencuri pandang ke arahmu, kamu yang tepat berada jauh di depanku, kamu yang tergesa-gesa mencuri hatiku .
26 Februari 2011, itulah tanggal pertemuan awal kita.
apakah kamu heran mengapa aku begitu mengingat setiap detail pertemuan kita?
aku ingat, saat pesta seni sekolah berakhir. sudah tak banyak lagi orang" yg berkerumun,
aku terdiam disudut aula dan hanya dtemani dua orang teman baikku.
cuaca sedang tidak begitu bersahabat ketika itu, temanku pun beranjak mengajakku pulang.
satu persatu dari mereka meninggalkanku, aku berdiri diseberang jalan raya berniat untuk pulang naik angkot abu-abu yg biasanya aku lakukan.
tiba-tiba handphoneku bergetar, "1 message received" ternyata itu darimu, kakak kelas yg mungkin baru saja aku kenal namun entah mengapa aku merasa begitu nyaman .
aku pun bergegas membaca pesan itu, yg berisikan tentang ajakan untuk pulang bareng tersebut.
tak brpikir panjang aku pun langsung meng"IYA"kan ajakannya itu .
mendung sudah sangat mengkhawatirkan dikala itu, namun cuaca seakan mengerti akan diriku.
hanya sedikit rintik hujan yg sekejap hilang oleh terpaan angin .
waktu terasa begitu cepat.
sesampainya di gang sempit yg tak jauh dari rumahku aku pun turun, karna aku tak mau merepotkanmu.
ketika itu hari sudah semakin beranjak menunjukkan sisi gelapnya .
Aku pun berterima kasih dng penuh senyum yg mengulum tampak merona diwajahku.
Sungguh, aku ingin malam tetaplah menjadi malam, agar peristiwa itu terjadi berulang-ulang.
tanpa akhir dan tanpa gangguan takdir.
28 Februari 2011,
tiba saatnya untuk masuk sekolah kembali.
diam-diam aku memerhatikanmu, diam-diam aku mencuri pandang pada sudut indah senyummu.
Tahukah kamu, sejak saat itu aku selalu
memerhatikan setiap inci pergerakanmu?
Tahukah kamu,sejak saat itu mataku hanya ingin menatapmu?
Dear you, yang meminjamkan bahunya untukku.
Terima kasih telah menjadi seorang yangg mampu mengusir gundahku, meskipun terkadang kau sangat
menjengkelkan namun aku mengerti jika kau tidak pernah ada maksud untuk membuatku kesal :)
canda darimu mampu membuatku tersenyum lebar tanpa beban.
Dulu aku tak begitu mengetahui tentang dirimu.
dimna rumahmu, siapa nama jelasmu, bahkan aku tau semua itu bukan dari mulutmu melainkan dari salah satu temanku yg sering bercerita tentangmu, dan tanpa sadar aku selalu mendengarkannya :)
Dear you, orang yg selalu hadir di inboxku.
Sejak awal perkenalan singkat yg tak begitu jelas itu, aku menyimpan rasa yg amat dalam padamu, namun aku tak pernah mengatakannya.
Aku tak mau kau mengetahuinya karna aku belum cukup sanggup mendengarkan apa jawaban yg akan kau berikan.
Seringkali aku bertanya-tanya apa kau memiliki rasa yg sama atau hanya sekedar teman biasa.
aku beranggapan bahwa sikap spesialmu itu hanya kepadaku,namun suatu ketika aku melihat sebuah kenyataan jika pradugaku salah besar!
Kau memperlakukan semua teman wanitamu sama seperti apa yg kau lakukan padaku.
Entah mengapa sesak seakan sulit untuk menghela nafas ketika mengetahui hal itu.
kusimpan sendiri kekecewaanku itu tanpa ada satu orangpun yg tau .
Dear you, matahari ada disudut bibirmu,
disetiap lekukan senyummu yg menawan itu.
Terima kasih telah menemani malam-malamku, kekonyolanmu ditelepon mampu memecah heningnya malam sehingga membuatku susah tidur. Sesekali aku mereka reka ulang kejadian saat pertama kali kau mengantarkanku pulang .
"ohTuhan, andai itu bs terulang!"
Sadarkah kau bahwa caramu itu begitu romantis?
ketika kau membuatkanku pantun pendek yangg mampu membuat hatiku bergejolak. Kata-katamu mampu membuatku susah tidur, karna terlalu manis untuk di ingat . namun bisa jadi sangat menyesakkan dada ketika melihat kenyataan!
Aku sadar bahwa aku bukanlah siapa-siapa dimatamu.
Aku hanya teman penepis sepimu di sudut pertengahan malam.
Aku memang bukan siapa-siapa buatmu.
Mungkin, aku hanyalah wanita yang kautemui di persimpangan ,lalu kautinggalkan saat kauingin lanjutkan perjalanan. Kita hanya dua orang bodoh yang tergoda oleh manisnya jebakan situasi.
Walau begitu aneh, entah mengapa peristiwa itu masih melekat di otakku.
Pertemuan kita memang tak sederhana,
sehingga otakku pun tak ingin melupakan
setiap peristiwa indah saat bersamamu.
KAMU... penepis sepiku yang kukenal tanpa
rencana.
Hari ini tanggal 9 Februari 2012, sudah hampir merangkak ke tahun kedua peristiwa itu terlampau . Semua memang telah berlalu, hanya kenangan
yang membisu di sudut ragu. Setiap mengenangmu, aku merasa berada kembali di masa itu. Masa pertemuan awal kita.
Absurd dan sama sekali aku tak menyangka.
Dear (tiiitt) *sensor* , kekasih penepis malamku yang
sekarang berada jauh dari genggamanku. titip salam rindu yang mendalam untukmu,
Dari wanita yang belum berhasil
menemukan jawaban atas ketidak jelasanmu.
Diam-diam dia menunggu pertemuan baru denganmu. Diam-diam dia mencari sosokmu
with love :)
puuhaPutrii
oohh men, begitu bagus dan manisnya sebuah cerita dari mu ini :')
BalasHapusBaguuss bngett sobb,,,
BalasHapusMw gak gw kasihh 1000 jempoL buat kmu,,, @,@
trimakasi :)
BalasHapus