Dan.. Aku selalu ingat bagaimana caramu dan caraku untuk menikmati setiap detik-detiknya.
Bagaimana usahamu dan usahaku untuk menghargai setiap menit yang berlalu.
Jelaskan padaku mengapa semua menjadi serumit ini? Aku tak tahu jika kamu tiba-tiba memenuhi sudut-sudut terkecil diotakku, hingga mengisi kekosongan dalam relung-relung dihatiku.
Semua terjadi begitu saja, begitu cepat tanpa teori maupun basa-basi.
Aku melihatmu, mengenalmu, lalu.. mencintaimu. Sesederhana itulh kamu menguasai hari-hariku.
Kamu jadi penyebab rasa semangatku.
Kamu menjelma menjadi senyum yang tak bisa kujelaskan dengan kata-kata.
Iya, mungkin, aku jatuh cinta, entah kamu.
Semua kulakukan diam-diam. Begitu rapi, hingga hatimu yang beku tak pernah berhasil cair.
Semua kusembunyikan. Hingga perasaanmu yang kurang peka tak memperdulikan aku.
Ya! Memang aku pandai menyembunyikan banyak hal hingga kau tak memahami yang sebenarnya terjadi.
Nyatanya, aku belum benar-benar membuang semua cerita dan kenangan itu dari otakku.
Aku tak bisa melupakanmu.. Sungguh! Aku selalu ingat caramu menatapku.
Caramu mencuri perhatianku.
Sorot tajam matamu yang selalu mampu memperindah pandanganku.
Senyummu itu sangat ampuh menyita pandanganku untuk tak lagi menghiraukan yang lainnya.
Hal-hal sederhana itu seakan-akan sengaja diciptakan untuk tidak dilupakan.
Tolong, buat aku lupa jika memang itu seharusnya, karena aku tak lagi temukan cara terbaik untuk menghilangkan kamu dari pikiranku.
Hanya ada aku sendiri, disini, disudut yang sunyi, gelap dan sepi.
Berusaha memutar otak untuk temukan cara terbaik untuk tak lagi memikirkanmu.
Bagaimana bisa perasaan ini berkembang menjadi sebesar ini?
Selama ini aku mencari tapi tak pernah berhasil menemukan apa jawabnya.
Kita jarang punya kesempatan berbicara, berdua saja. Rasanya mustahil.
Dan yang selalu memberatkan, yang selalu menahan perasaanku untuk tetap mencintaimu adalah ketika kau berkata "jangan pernah merasa sepi ya, karena aku akan selalu ada untukmu." aku tersenyum lebar ketika barisan kalimat itu kau kirimkan untukku melalui pesan singkat itu.
Ya, memang harusnya aku tak perlu sesenang itu, karena mungkin kamu menulisnya tanpa perasaan, hanya untuk merespon perkataanku saja.
Tertulis dengan sederhana untukmu, calon pemimpin negara yang masih menjajaki beberapa semester awal..
Kamu adalah orang yang selalu berhasil membuatku bertanya-tanya
Kamu adalah orang yang seringkali membuatku berlaku gila
Kamu adalah orang yang mengajariku terbang, mengepakkan sayap, lalu mematahkannya.
Hal-hal yang kau lakukan selalu aneh dan tak biasa.
Tapi, kalau boleh jujur, justru keanehan itulah yang membuatmu menjadi seseorang yang selalu kurindukan.
Keanehan yang tak pernah kutemukan pada orang lain selama ini.
Jujurku menenggelamkan kemunafikan. Nyatanya aku (masih) merindukanmu.
Ada banyak hal yang membuatmu tak bisa melupakanmu, ada banyak yang tidak dimiliki orang lain selain dirimu.
Ada beberapa yang selalu aku rindukan darimu, salah satunya... Senyummu.
Sekarang.. Semua terasa begitu berbeda, semua terasa tak lagi sama.
Tak ada yang kuketahui selain mencari cara terbaik agar aku tak lagi mengidolakanmu.
Aku bertingkah seolah aku baik-baik saja tanpamu.
Padahal sebenarnya aku hancur..
Aku berusaha memunguti serpihan-serpihan hati dan menatanya kembali.
Yaa.. Begitu hebatnya keadaan, sehingga ia selalu berhasil memaksa seseorang untuk mengikhlaskan suatu ketiadaan..
Aku lelah, ketika harus memaksa otakku untuk agar tak lagi memikirkanmu, semakin aku memaksa otakku.. Semakin membuatku memutar kembali semua memori yang ia simpan secara sengaja.
Sementara aku tak mau melupakanmu dengan cara yang menyakitkan, waktu punya tugas untuk menghapus jejak, dan aku percaya waktu akan melakukannya untukku.. Jika memang aku ditakdirkan untuk melupakanmu..
Rasanya menyebalkan jika aku tak mengetahui isi hatimu.
Kamu sangat sulit kutebak, kamu seperti teka-teki yang memiliki jawaban tapi juga banyak tafsiran.
Aku takut menerjemahkan isyarat-isyarat yang kau tunjukkan padaku. Aku takut!
Hey, dengar.. Aku tidak mengapa jika memang benar kau telah menemukan seseorang yang yang benar-benar kau cintai.
Disini, aku akan selalu mendoakan yang terbaik untukmu.
Aku akan memberikan segala yang aku mampu, asal orang yang aku sayangi bisa bahagia.. meskipun itu harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri.
Jangan terlalu memikirkan aku, karena aku sudah terbiasa merasakan sakit dan kecewa walau tak pernah sedalam ini. Tapi jangan khawatir, aku pasti bisa mengatasi semua itu. Tenang saja..
Bagiku, yang terpenting adalah dapat melihatmu tersenyum bahagia, meskipun itu bukan karena aku penyebabnya. Aku rela, rela menukar semua kebahagiaanku demi melihat lengkungan senyum diwajahmu. Karena kebahagiaanmu adalah segalanya untukku.
Terima kasih.. Engkau telah membagikan sedikit kenanganmu untukku, yang tergambar indah dalam kenangan hidupku.
Selama ini.. Aku selalu dibayangi oleh pertanyaan-pertanyaan yang menuntut untuk diberi jawaban, tapi tak pernah sedikitpun aku temukan.
Tapi sekarang aku sadar, bahwa sebenarnya bukan jawaban yang dibutuhkan, tapi pengertian.
Mengerti.. bahwa sesungguhnya tuhan tidak pernah membuat cerita seperti ini tanpa alasan, dan mungkin saja tuhan tidak ingin aku mencari tahu apa alasan tersebut, tapi tuhan ingin aku belajar dari cerita itu.
Dan.. Memang benar.
Tuhan membuatku belajar banyak hal dari cerita yang ia buat.
Mungkin, belajar mengikhlaskan sesuatu yang memang bukan ditakdirkan untukku.
Mungkin belajar bagaimana tetap tersenyum walau sebenarnya dalam hati hancur.
Semua ini.. Mungkin adalah salah satu cara tuhan untuk mendewasakanku.
Semua ini terjadi begitu saja, tanpa aku sadari. Tentu bukan kebetulan seperti yang kebanyakan orang bilang. Karena aku tak percaya dengan yang namanya "kebetulan" di dunia ini.
Bagaimana bisa ada kebetulan yang seperti ini? Karena jelas-jelas ini semua memang telah direncanakan tuhan sebelumnya, tanpa sepengetahuan kita.
Disini kita menjadi aktor dan aktris yang memainkan alur cerita sesuai dengan apa yang tertulis pada skenario.
Dan hari ini, hari dimana aku harus benar-benar terbangun dari mimpi panjangku yang bertopikkan tentangmu. Sebegitu menjengkelkannya kisah yang terjadi diantara kita berdua, yang dikemas sangat rapi dan indah oleh tuhan, sehingga tak mudah untuk dilupakan. Bahkan mungkin akan menjadi kisah sepanjang masa yang tak akan pernah terlupakan.
Aku takut mengartikan kata-kata manis darimu, yang mungkin saja kau katakan tak hanya untukku.
Aku takut mempercayai perhatian sederhanamu yang kau perlihatkan secara terselubung. Aku takut!
Karena pada dasarnya, semua orang memiliki topengnya masing-masing. Dan aku? Belum terlalu pandai untuk mengerti kenampakan aslinya. Karena seringkali yang ditunjukkan pada kita belum tentu itu pula yang ada dalam hatinya.
Dan aku, semakin takut jika perasaan ini tumbuh ke arah yang tak kuinginkan.
Tolong, aku mohon, hentikan langkah ku, jika memang segalanya yang kuduga benar adalah hal yang salah dimatamu. Tolong, kembalikan aku ke jalanku dulu, sebelum aku mengganggu rute tujuanmu.
Ketahuilah abang.. aku sedang berusaha melawan jutaan kamu yang semakin membuncah diotakku.
Seperti asap rokok yang mengepul semakin tinggi diudara. Aku tak percaya, ternya semua ini bisa melangkah sampai sejauh ini.
Aku tak pernah berani mengusikmu jika nanti akhirnya hanya akan membebanimu dikarenakan perasaanku ini.
---
Tolong.. jangan lupakan aku :)
ijin bagikan yaaa
BalasHapusso sweet rekk ... tapi kasian juga km put !
BalasHapussemangat teruus ya raih cita2 mu setinggi yg kau inginkan...
aku juga minta maap klo ada salah sama km!
BalasHapusmanusia itu tempatnya salah dan dosa !
Hmb aq jg skrng mrsa bgt
BalasHapusSama persis apa yang aku rasakan saat ini..rasa nya sakit banget coba lupain seseorang yg bener2 kita cinta,,merasa berdosa juga telah menyimpan perasaan yg terlalu mendalam ini,seakan2 lebih mencintainya dari pada sang pencipta.mulai saat ini aku hanya berserah pada tuhan..dia lebih tau tentang ini semua,pasti dia merencanakan yg terbaik buat hamba nya. :')
BalasHapusSama seperti yang ku rasa
BalasHapusBelajar melupakan dan mengikhlaskan
Tapi justru terasa sakit dalam hati
Makin diusahakan buat lupa tapi selalu gagal
Memang kuncinya itu sebenarnya iklash
Mgkn mulut bisa berkata itu
Cuma hati kecil berkata 'belum bisa'
IJIN COPAS
BalasHapusaku merasakan apa yang kamu rasakan itu. sakit di gantung menunggu ke pastian tidak pernah datang,
BalasHapusMaksa copas ya...😁
BalasHapus